7 Keunikan Desa Penglipuran yang Bikin Wisata Bali Makin Memukau

Kalau korang sedang mencari destinasi yang menawarkan pengalaman Bali yang berbeza, desa penglipuran boleh menjadi pilihan yang menarik. Berada di Kabupaten Bangli, destinasi ini bukan sekadar tempat untuk mengambil gambar, tetapi juga ruang untuk melihat secara lebih dekat kehidupan masyarakat, budaya dan tata ruang tradisional Bali.

Berbeza daripada kawasan wisata Bali yang identik dengan pantai, beach club atau resort, wisata desa penglipuran menawarkan suasana yang lebih tenang. Korang boleh berjalan kaki menyusuri jalan utama desa, melihat rumah tradisional, angkul-angkul yang tersusun rapi, pura, serta kawasan hijau yang membuat suasananya terasa asri.

Nama desa penglipuran bali juga sering dikaitkan dengan kebersihan dan kelestarian lingkungan. Namun, daya tariknya sebenarnya jauh lebih luas. Desa ini mempunyai tata ruang tradisional dan kehidupan masyarakat yang masih berkaitan erat dengan adat Bali.

Dalam artikel ini, kita akan membahas keunikan desa, sejarah, lokasi, tiket, rute, aktivitas, hingga tips berkunjung supaya korang boleh merancang perjalanan dengan lebih mudah.

Mengenal Desa Penglipuran Bali

Desa Penglipuran

Desa Penglipuran Bali merupakan salah satu desa wisata yang berada di Kabupaten Bangli. Data Statistik Pariwisata Bali 2025 mencatat Penglipuran sebagai salah satu desa wisata di Kabupaten Bangli, tepatnya di Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli.

Desa ini terkenal kerana mempunyai tata ruang tradisional yang masih dipertahankan. Rumah-rumah penduduk tersusun di sepanjang jalan utama dengan karakter arsitektur yang relatif seragam.

Menurut informasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangli, Desa Adat Penglipuran mempunyai tatanan khusus yang berkaitan dengan struktur desa tradisional dan budaya masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun.

Inilah yang membuat desa wisata penglipuran menarik bagi pelancong yang ingin melihat sisi Bali yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat lokal.

Sejarah Desa Penglipuran dan Asal-Usul Namanya

Membahas sejarah desa penglipuran tidak dapat dipisahkan daripada cerita masyarakat setempat mengenai leluhur mereka.

Menurut penjelasan pemerintah daerah, keberadaan desa ini sudah berlangsung sejak zaman Kerajaan Bangli. Leluhur masyarakat Penglipuran dipercaya berasal dari Desa Bayung Gede dan kemudian menetap di kawasan tersebut.

Nama Penglipuran sendiri mempunyai beberapa penjelasan yang berkembang dalam masyarakat. Salah satunya mengaitkannya dengan istilah “Pengeling Pura”, yang dimaknai sebagai tempat suci untuk mengingat leluhur.

Ada pula penjelasan lain mengenai kata “penglipur” yang berkaitan dengan tempat untuk beristirahat atau menghibur diri. Kedua penjelasan tersebut menjadi bagian daripada cerita dan identitas budaya yang berkembang di desa.

Yang menarik, sejarah tersebut bukan hanya menjadi cerita masa lalu. Nilai adat dan tradisi masih menjadi sebahagian daripada kehidupan masyarakat hingga sekarang.

7 Keunikan Desa Penglipuran yang Wajib Korang Tahu

1. Tata Ruang Desa yang Sangat Teratur

Salah satu keunikan desa penglipuran yang paling mudah dilihat adalah tata ruangnya.

Jalan utama desa menjadi salah satu elemen yang langsung menarik perhatian ketika korang memasuki kawasan. Rumah penduduk tersusun di sisi jalan dengan pola yang terlihat teratur.

Penataan tersebut tidak muncul secara kebetulan. Struktur ruang desa berkaitan dengan konsep tradisional Bali dan nilai yang diwariskan oleh masyarakat.

Menurut Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangli, kawasan ini memiliki struktur desa tradisional dengan pola fisik yang tersusun secara khas.

Bagi pelancong, susunan ini memberikan pengalaman visual yang sangat berbeza daripada kawasan perumahan moden.

2. Rumah Tradisional Desa Penglipuran

Rumah tradisional desa penglipuran menjadi daya tarik lain yang tidak boleh dilewatkan.

Angkul-angkul atau pintu gerbang rumah memiliki bentuk yang menjadi salah satu ciri visual desa. Banyak rumah mempunyai elemen arsitektur tradisional yang membuat keseluruhan kawasan terlihat harmonis.

Pemerintah Kabupaten Bangli juga pernah menjelaskan bahawa bentuk angkul-angkul di kawasan desa mempunyai karakter yang serupa dan menjadi salah satu keunikan Penglipuran.

Ketika berjalan menyusuri desa, korang akan melihat bagaimana unsur tradisional dan kehidupan moden dapat berjalan berdampingan.

Namun, perlu diingat bahawa kawasan ini juga merupakan tempat tinggal masyarakat. Jadi, ketika mengambil gambar, tetap hormati privasi penduduk.

3. Desa Adat Penglipuran Masih Menjaga Tradisi

Desa adat penglipuran bukan sekadar nama destinasi wisata.

Masyarakat masih menjalankan berbagai tradisi dan kegiatan keagamaan yang menjadi sebahagian daripada kehidupan desa. Karena itu, korang mungkin melihat aktiviti masyarakat atau persiapan upacara tertentu ketika berkunjung.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangli bahkan pernah mengeluarkan informasi khusus mengenai pengaturan kunjungan wisata ketika berlangsungnya kegiatan keagamaan di desa.

Ini menunjukkan bahawa fungsi desa sebagai ruang kehidupan masyarakat tetap menjadi bahagian penting walaupun kawasan tersebut berkembang sebagai destinasi wisata.

4. Lingkungan Desa yang Bersih dan Asri

Ketika membicarakan desa terbersih di Bali, Penglipuran sering menjadi nama yang muncul dalam perbincangan wisatawan.

Namun, lebih penting daripada sekadar label adalah bagaimana kebersihan dan penataan lingkungan menjadi bagian daripada pengalaman ketika korang berada di desa.

Jalan yang bersih, tanaman di sekitar rumah, kawasan hijau dan suasana yang teratur membuat perjalanan terasa nyaman.

Kerana itu, korang boleh menggunakan kesempatan berkunjung untuk melihat bagaimana masyarakat menggabungkan kebersihan lingkungan dengan kehidupan desa.

Istilah desa terbersih di Indonesia juga sering digunakan dalam konten promosi atau pemberitaan mengenai Penglipuran. Namun, sebaiknya label tersebut tidak dianggap sebagai satu-satunya alasan untuk berkunjung. Daya tarik budaya, tata ruang dan kehidupan masyarakat jauh lebih penting untuk dipahami.

5. Suasana Bali yang Lebih Tenang

Kalau korang sudah sering mengunjungi kawasan Bali yang ramai, suasana wisata desa penglipuran akan terasa berbeza.

Di sini, pengalaman utamanya adalah berjalan kaki, melihat lingkungan desa dan menikmati suasana budaya.

Tidak ada kebutuhan untuk mengejar banyak wahana. Korang boleh mengambil masa untuk mengamati detail arsitektur, tanaman, pura dan kehidupan masyarakat.

Bagi pelancong yang menyukai wisata budaya dan slow travel, suasana seperti ini boleh menjadi pengalaman yang menarik.

6. Berada di Kawasan Dataran Tinggi Bangli

Desa Penglipuran Bangli berada di kawasan dataran tinggi sehingga suasananya cenderung lebih sejuk dibandingkan beberapa kawasan pesisir Bali.

Sumber resmi Dinas Pariwisata Kabupaten Bangli menyebut desa ini berada di kaki Gunung Batur pada ketinggian sekitar 700 meter di atas permukaan laut.

Lokasinya juga berada di jalur wisata menuju kawasan Kintamani. Karena itu, korang boleh menggabungkan kunjungan ke Penglipuran dengan beberapa destinasi lain di Bangli.

7. Dekat dengan Hutan Bambu

Selain kawasan permukiman tradisional, hutan bambu menjadi salah satu elemen alam yang menarik di sekitar Penglipuran.

Bambu bukan hanya memberikan suasana hijau dan teduh, tetapi juga mempunyai kaitan dengan kehidupan masyarakat setempat.

Bagi pengunjung, kawasan ini boleh menjadi tempat yang menarik untuk berjalan santai dan mengambil gambar dengan suasana yang lebih natural.

Gabungan antara wisata alam dan wisata budaya inilah yang membuat pengalaman di Penglipuran terasa cukup lengkap.

Lokasi Desa Penglipuran dan Alamat Desa Penglipuran

Lokasi desa penglipuran berada di Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Bali.

Informasi resmi pemerintah daerah menyebut kawasan Desa Adat Penglipuran berada sekitar 5 kilometer dari pusat Kota Bangli dan sekitar 45 kilometer dari Denpasar.

Untuk alamat desa penglipuran, korang boleh mencari “Desa Wisata Penglipuran” atau “Desa Adat Penglipuran” melalui aplikasi navigasi.

Kerana destinasi ini merupakan kawasan desa yang masih dihuni masyarakat, sebaiknya korang mengikuti petunjuk menuju area wisata dan tempat parkir yang telah disediakan.

Cara ke Desa Penglipuran dari Denpasar

Cara ke desa penglipuran cukup mudah jika korang menggunakan kendaraan peribadi atau mengikuti pakej perjalanan.

Dari Denpasar, perjalanan secara umum diarahkan menuju kawasan Gianyar atau Bangli sebelum melanjutkan perjalanan ke Kubu, Bangli.

Untuk pelancong yang menggunakan kendaraan sendiri, aplikasi navigasi boleh membantu menentukan laluan berdasarkan kondisi lalu lintas terkini.

Jika korang datang sebagai pelancong dari Malaysia dan tidak biasa dengan jalan di Bali, menggunakan transportasi dengan driver boleh menjadi pilihan yang lebih praktikal.

Dengan cara tersebut, korang tidak perlu terlalu fokus kepada navigasi dan boleh menikmati perjalanan.

Rute Desa Penglipuran dari Denpasar

Secara umum, rute desa penglipuran dari Denpasar mengarah ke kawasan Bangli sebelum masuk menuju Kelurahan Kubu.

Perjalanan darat boleh mengambil masa yang berbeza bergantung kepada lokasi keberangkatan, waktu perjalanan dan keadaan lalu lintas.

Jika korang ingin mengunjungi beberapa destinasi sekaligus, perjalanan ke Penglipuran boleh disusun bersama destinasi Bangli atau Kintamani.

Namun, jangan membuat itinerary terlalu padat. Berikan waktu yang cukup untuk berjalan santai di kawasan desa kerana pengalaman utama di sini adalah menikmati suasana dan budaya.

Jalan Menuju Desa Penglipuran

Jalan menuju desa penglipuran boleh dilalui kendaraan darat hingga kawasan parkir.

Setelah tiba, korang akan melanjutkan kunjungan dengan berjalan kaki di dalam kawasan desa.

Salah satu hal yang membuat pengalaman terasa berbeza adalah suasana jalan utama yang tertata dan relatif nyaman untuk dijelajahi dengan berjalan kaki.

Pemerintah Kabupaten Bangli juga mencatat kawasan permukiman dan jalan utama desa sebagai area yang memberikan pengalaman khas bagi pengunjung.

Harga Tiket Desa Penglipuran dan Tiket Masuk Desa Penglipuran

Pertanyaan mengenai harga tiket desa penglipuran sering menjadi salah satu hal pertama yang dicari sebelum berkunjung.

Tarif dapat berubah berdasarkan kebijakan pengelola atau pemerintah daerah. Peraturan Bupati Bangli mengenai tarif retribusi mencantumkan DTW Penglipuran dengan tarif yang berbeda menurut kategori pengunjung. Dokumen tersebut mencantumkan antara lain Rp50.000 untuk wisatawan asing dewasa, Rp30.000 untuk wisatawan asing anak-anak, Rp25.000 untuk wisatawan Indonesia dewasa dan Rp15.000 untuk wisatawan Indonesia anak-anak.

Namun, kerana tarif dapat diperbarui setelah peraturan tersebut diterbitkan, korang sebaiknya mengecek informasi terbaru sebelum berangkat.

Untuk tiket masuk desa penglipuran, pastikan juga korang memahami apakah biaya yang disebutkan merupakan tiket kawasan sahaja atau sudah termasuk layanan tertentu.

Jangan lupa menyediakan wang tunai secukupnya untuk kebutuhan selama perjalanan.

Jam Buka Desa Penglipuran

Untuk jam buka desa penglipuran, informasi operasional dapat berubah mengikuti kebijakan pengelola dan kegiatan masyarakat.

Hal ini penting kerana Penglipuran bukan sekadar tempat rekreasi, tetapi juga merupakan desa adat yang memiliki kegiatan keagamaan dan sosial.

Dinas Pariwisata Kabupaten Bangli pernah mengeluarkan pemberitahuan bahawa kegiatan keagamaan tertentu dapat memengaruhi akses dan fasilitas kunjungan wisata.

Sebab itu, korang sebaiknya mengecek informasi terbaru sebelum datang, terutama jika perjalanan bertepatan dengan hari besar atau kegiatan adat.

Apa yang Menarik di Desa Penglipuran?

Kalau korang bertanya apa yang menarik di desa penglipuran, jawabannya bukan hanya satu.

Beberapa pengalaman yang boleh korang nikmati antara lain:

  • melihat arsitektur rumah tradisional Bali;
  • berjalan di jalan utama desa;
  • melihat angkul-angkul;
  • menikmati kawasan hijau;
  • mengunjungi area pura;
  • mengenal kehidupan masyarakat;
  • melihat kerajinan lokal;
  • menjelajahi kawasan bambu;
  • mengambil gambar;
  • belajar mengenai budaya Bali.

Jadi, wisata penglipuran bali lebih sesuai dinikmati secara perlahan daripada terburu-buru berpindah dari satu spot ke spot lain.

Aktivitas di Desa Penglipuran yang Bisa Dilakukan

Ada beberapa aktivitas di desa penglipuran yang sesuai untuk berbagai jenis pelancong.

Jalan Santai

Aktiviti paling mudah adalah berjalan kaki sambil mengamati suasana desa.

Fotografi

Arsitektur rumah, angkul-angkul, jalan utama dan kawasan hijau menyediakan banyak sudut foto.

Mengenal Budaya Bali

Korang boleh mempelajari tata ruang desa, adat dan tradisi masyarakat melalui papan informasi, pemandu atau interaksi yang sopan dengan masyarakat.

Menikmati Hutan Bambu

Kawasan bambu memberikan suasana yang lebih teduh dan natural.

Membeli Kerajinan Lokal

Jika tersedia, korang boleh membeli produk atau kerajinan masyarakat sebagai oleh-oleh sekaligus membantu ekonomi lokal.

Adat Istiadat Desa Penglipuran

Adat istiadat desa penglipuran merupakan bagian penting daripada identitas destinasi ini.

Masyarakat menjalankan kehidupan berdasarkan nilai dan aturan adat yang diwariskan. Tata ruang desa juga memiliki hubungan dengan filosofi kehidupan masyarakat Bali.

Salah satu konsep yang sering dibahas dalam konteks Penglipuran adalah Tri Hita Karana, iaitu prinsip keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama, dan manusia dengan lingkungan.

Konsep tersebut membantu menjelaskan mengapa unsur keagamaan, kehidupan sosial dan lingkungan menjadi bagian yang saling berkaitan dalam tata kehidupan desa.

Desa Penglipuran Terkenal Karena Apa?

Pertanyaan desa penglipuran terkenal karena apa sangat relevan bagi pelancong yang baru mengenal destinasi ini.

Penglipuran terkenal kerana kombinasi antara desa adat, tata ruang tradisional, kebersihan lingkungan, arsitektur rumah yang khas, serta budaya masyarakat yang masih dipertahankan.

Jadi, jika ada yang bertanya apakah Penglipuran hanya terkenal kerana kebersihannya, jawabannya tidak.

Justru pengalaman budaya dan struktur desa menjadi alasan utama mengapa destinasi ini menarik.

Desa Penglipuran Cocok untuk Siapa?

Desa penglipuran cocok untuk siapa?

Destinasi ini sesuai untuk korang yang:

  • suka wisata budaya;
  • ingin mengenal kehidupan masyarakat Bali;
  • suka fotografi;
  • mencari destinasi yang tenang;
  • ingin menikmati wisata edukasi;
  • bepergian bersama keluarga;
  • ingin melihat arsitektur tradisional;
  • ingin menggabungkan budaya dan alam dalam satu perjalanan.

Untuk keluarga, kawasan ini juga menarik kerana aktiviti utamanya tidak terlalu berat secara fizikal.

Waktu Terbaik ke Desa Penglipuran

Waktu terbaik ke desa penglipuran bergantung kepada gaya perjalanan korang.

Pagi biasanya memberikan suasana yang lebih nyaman untuk berjalan kaki dan mengambil gambar. Cahaya pagi juga dapat membuat kawasan desa terlihat lebih segar.

Jika korang ingin menikmati perjalanan dengan lebih santai, hindari waktu ketika kawasan sedang sangat ramai.

Namun, yang tidak kalah penting adalah memperhatikan kalender kegiatan adat. Pada waktu tertentu, suasana desa boleh berubah kerana masyarakat sedang menjalankan upacara atau kegiatan keagamaan.

Tips Wisata Desa Penglipuran

Berikut beberapa tips wisata desa penglipuran yang sebaiknya korang ingat:

  1. Gunakan pakaian yang sopan.
    Korang sedang mengunjungi desa adat, jadi pakaian yang nyaman sekaligus menghormati budaya setempat sangat dianjurkan.
  2. Hormati kawasan suci.
    Jangan memasuki pura atau kawasan tertentu tanpa izin.
  3. Jangan mengganggu privasi penduduk.
    Ingat bahawa rumah yang korang lihat merupakan tempat tinggal masyarakat.
  4. Jaga kebersihan.
    Jangan meninggalkan sampah di kawasan desa.
  5. Ikuti aturan lokal.
    Jika ada papan larangan atau petunjuk tertentu, pastikan korang mengikutinya.
  6. Sediakan masa yang cukup.
    Jangan hanya datang untuk mengambil satu gambar lalu terus pergi.
  7. Cek informasi terbaru sebelum berangkat.
    Terutama mengenai tiket, jam kunjungan dan kegiatan adat.

Desa Penglipuran Terbersih di Dunia: Bagaimana Memahaminya?

Istilah desa penglipuran terbersih di dunia sering digunakan dalam berbagai artikel dan konten wisata.

Namun, untuk memahami Penglipuran dengan tepat, sebaiknya jangan hanya fokus pada label tersebut.

Yang lebih menarik adalah bagaimana kebersihan, tata ruang, lingkungan dan budaya saling berkaitan dalam kehidupan desa.

Dengan melihat Penglipuran sebagai desa adat dan desa wisata, korang dapat memahami bahawa pengalaman berkunjung bukan sekadar melihat kawasan yang bersih, tetapi juga belajar bagaimana masyarakat mempertahankan karakter lingkungan dan budaya mereka.

Kenapa Desa Penglipuran Layak Masuk Itinerary Bali?

Jika korang sudah sering melihat sisi Bali yang penuh dengan pantai dan kawasan hiburan, desa penglipuran menawarkan pengalaman yang berbeza.

Destinasi ini membawa korang lebih dekat dengan suasana desa, budaya, arsitektur tradisional dan kehidupan masyarakat.

Lokasinya di Bangli juga membuatnya mudah dipertimbangkan sebagai sebahagian daripada itinerary menjelajah kawasan Bali bagian tengah dan timur.

Korang boleh menggabungkan kunjungan dengan destinasi lain di Bangli dan Kintamani sesuai dengan waktu perjalanan.

Rencanakan Wisata Desa Penglipuran Bersama Jelajahnesia.id

Desa Penglipuran menawarkan pengalaman Bali yang lebih dekat dengan budaya dan kehidupan masyarakat lokal.

Dari jalan utama yang tertata, rumah tradisional, angkul-angkul, pura, hutan bambu hingga berbagai tradisi masyarakat, setiap bagian desa mempunyai cerita tersendiri.

Kalau korang ingin menikmati wisata desa penglipuran bali tetapi tidak mahu pening mengatur transportasi, itinerary dan susunan destinasi, Jelajahnesia.id boleh membantu merancang perjalanan korang.

Jelajahnesia menyediakan pakej perjalanan ke berbagai destinasi Indonesia, termasuk Bali, sesuai dengan itinerary dan pakej yang tersedia

CTA Ke Bromo

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *