5 Tradisi Suku Osing Yang Unik: Berkenalan Dengan Suku Asli Banyuwangi

Tradisi Suku Osing

Tradisi Suku Osing- Suku osing merupakan suku asli Banyuwangi dengan bahasa ynag di sebut bahasa osing yang merupakan salah satu dialek bahasa jawa dengan sedikit campuran bahasa Bali, mempuanyai keunikan tersendiri seperti pengucapan yang memiliki penambahan huruf y pada beberapa kata seperti “madang” dalam “bahasa jawa” menjadi madyang dalam bahasa osisng yang berarti makan.

Suku asli dari Banyuwangi imi tidak hanya memiliki bahasa yang unik saja tapi juga mempunyai berbagai tradisi suku osing dan bisa di nikmati dan di ikuti oleh pengunjung yang datang karena tradisi suku osing lah yang mebuat wisatawan ramai datang berlibur di desa wisata suku osing.

suku osing sendiri memiliki beragam tradisi yang unik serta seru untuk di bahas, di antaranya:

Baca juga: Desa Wisata Osing. Serunya Belajar Budaya osing Banyuwangi

tradisi suku osing

Salah satu tradisi suku osing yang satu ini merupakan lebarannya bagi suku osing, Berbagai tradisi yang selalu di adakan seperti ider bumi ini merupakan hasil dari kepercayaan suku osing yang menjunung tinggi keberadaan mereka dari mitos mitos asal-usul suku osing.

Di desa Kemiren Banyuwangi yang merupkan tempatnya suku osing selalu diadakan upacara ider bumi sebagai tanda rasa syukur dan juga sebagai ritual penolak bala atau kemalangan.

ritual yang di adakan pada hari kedua idul fitri ini tepatnya pada 2 syawal ini memiliki ari mengelilingi jagat dengan kata ider yang berarti mengelilingi dan bumi yang berarti tempat berpijak.

sejarah di buatnya tradisi ini adalah dulu pada tahun 1800 terjadi berbagai kemalangan dari kekeringan dan dan berbagai serangan yang tidak diketahui sehingga menyebabkan kematian para warga desa kemiren, setelah itu warga desa berziarah ke makam buyut cili dan di beri wangsit oleh buyut cili untuk melakukan ritual ider bumi ini.

pelaksanaannya ritual ini dengan bersama sama mengelilingi desa dengan berbagai musik dan barong osing setelah selesai selanjutnya di laksanakan doa bersama dan selametan bersama.

Tradisi Suku Osing- Tumpeng Sewu

tradisi suku osing

Tradisi makan bersama dengan sajian tumpeng dengan lauk pecel pitik ini baru di selenggarakn secara masal pada tahun 2000 an akan tetapi, sebenarnya ritual ini sudah dilakukan lama seblum tahun 2000 an tapi masih dilakukan di masing masing rumah.

Tradisi suku osing ini dilakukan menjelang hari raya, pelaksanaannya di awali dengan di mematikan seluruh lampu desa dan menyalakan obor sebagai pertanda ritual dimulai setelah itu barong akan di arak dari ijing desa, ada dua barong yang di arak nantinya akan bertemu di tengah desa setelah itu dilakukan makan bersama.

Tradisi Mepe Kasur

tradisi suku osing

Tradisi ini cukup unik karena warga akan menjemur kasur mereka dari pagi dan di ambil pada tepat siang hari pada jam 12 dengan membaca beberapa doa serta memercikan air bunga ke halaman sebagai tolak bala.

tradisi ini di tujukan agar mendapatkan keharmonisan dalam berumah tangga. 

tradisi yang unik ini dilakukan pada menjelang bulan haji.

Ngopi Sepuluh Ewu

tradisi suku osing

Tradisi yang sekarang menjadi festifal tahunan Banyuwangi serta menjadi penggerak ekonomi di bidang kopi, 

Warga akan menyiapkan kopi di teras rumah mereka, sepanjan jaan desa kemiren akan di penuhi hal yang sama dan pengunung dipersilahkan untuk menikmati suguhan kopi dari warga desa kemiren atau warga osing.

Tradisi Gedhogan

tradisi suku osing

Tradisi ini dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur atas panen yang di dapatkan dengan memukuk lesung penumbuk padi oleh ibu ibu dan diiringi aneka musik tradisional seperti angklung.

keunikan dan keberagaman suku osing memang menjadi daya tarik wisatawan untuk mempelajari hal hal yang ada di desa osing khusunya tradisi suku osing yang menyenangkan dan beragam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *